Benar saja, semua memang bukan hanya sekedar cerita, namun nyata adanya.
kasih sayang ibu begitu besar tanpa meminta balasan
namun anak dengan segala kesombongan dan tak ada rasa syukur dihatinya, melakukan hal buruk pada orangtua diangap hal biasa
ketika orangtua mengeluh, diangap cerewet
ketika meinta bantuan dianggap merepotkan
astagfirullah... seharusnya kita berterima kasih, dibalik kesuksesan anak, pasti ada ibu yang luar biasa
tiada berhenti berdoa dan berdoa.
Kamu tahu nak? saat kaki mungilmu tertatih mendekatiku, hampir saja kamu terjatuh. aku segera menangkap dan tak kubiarkan tubuh kecil itu tersungkur hingga terluka. Selalu memperhatikan kemana langkahmu berjalan.
Saat kamu belajar makan, dan makananmu berantakan, Aku tak pernah mengeluh, bahkan marah. karena aku tau, kamu bisa lebih baik di hari esok.
Waktu kamu buang air besar dalam kamar, dengan sabar aku bersihkan, tak kubiarkan kamu menangis karenanya
Setiap kita pergi berbelanja, mainan manapun yang kamu suka aku selalu penuhi. tanpa menunggu suara rengekan dan bahkan tangisan darimu
kini kamu tumbuh dewasa,menjadi pria tampan, hingga membuat siapapun jatuh hati. Bukan hanya sekedar fisik tapi hatimu pun baik disetiap pandangan orang.
Tapi... kenapa nak? kamu berbeda sikap terhadap ibumu?
kini, saat kakiku rapuh, sulit untuk berjalan kamu tak menuntunku. Kamu biarkan pembantu yang memapahku!
Malam itu aku membuat makanan berantakan, padahal itu karena penglihatanku yang kabur. mengapa nak? kamu biarkan istrimu mengomel padaku! tidak sedikitpun kamu menegurnya? sungguh hati ini sakit di marahi menantu!!!
Ibu semakin rapuh, sulit berjalan, apalagi ketika menuju kamar mandi. Pagi ini Ibu sudah tak tahan lagi nak. akhirnya kubiarkan kotoran keluar di dalam kamar. kenapa kamu tak datang membersihkan? malah mengerutu melihat ibu seperti ini.
'
Kemudian, saat kamu duduk menikmati pagimu dengan membaca koran, ibu mendekatimu meminta untuk bertemu ayahmu. kenapa tak kamu penuhi? kamu biarkan ibu menangis dalam kamar sambil memeluk foto suamiku tercinta.
Aku tak pernah menyesal membesarkanmu. Aku menyalahkan diriku sendiri. Kenapa dulu begitu memanjakanmu. andai saja aku tak menuruti dan memanjakanmu.mungkin ini tak akan terjadi. sehingga kamu akan mengerti betapa tak mudahnya hidup ini!
Saat kamu bilang ingin kuliah di universitas ternama. sebisa mungkin aku mencari biaya untukmu. dari hutang hingga menjual cincin pernikahan.
Ibu minta sekali ini saja nak, ijinkan ibu bertemu Ayahmu. Hanya ingin memandang, menyentuh dan duduk disamping pusarannya. hingga esok aku pun ada di sampingnya.
teruntuk ananda tercinta peluk, cium, selalu untukmu.dari ibu yg renta dilanda duka.
satu hak yang sangat ibu rindukan, kapan ibu bisa mengecup keningmu lagi nak???
( this not true story ok! )
Cerita terinspirasi dari berbagi cerita. Namun ternyata ini mungkin saja ada kisah nyatanya. Sungguh betapa bodohnya ketika hidup sukses namun tak bisa membahagiakan ibu yang sudah jelas selalu mendoakan dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Jangan sampai penyesalan itu terjadi ketika kasih sayang tulus darinya berakhir dengan nafas terakhir. Tiada guna dan hanya menjadi penyesalan yang tak kan habis hingga tua.
Maeyda_prastya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar