Menulis bagi saya mengabadikan buah pikir yang ada dalam pikiran. Karena memori saya sangat terbatas, maka saya memilih untuk menulis. Dari jaman sd yang tadinya cuma suka dengan kertas lucu bin unyu. Lalu ngisi biodata teman. Dari nama hingga hobi dan favorit makanan mereka lengkap bak artis. :D akhirnya diary beralih fungsi menjadi coret-coretan tak jelas. Kekesalan saya tumpahkan dalam tulisan.
Ada hal lain lagi kenapa suka menulis. Tulisan mengabadikan setiap momen kehidupan saya. Pertemuan dengan sahabat baru, kebaikan keluarga, nasihat dan ilmu-ilmu baru yang di dapat dari berbagai tempat. Ketika saya marah pada seseorang, sebal dengan tingkah laku orang terdekat. Saya akan membaca ulang lagi kebaikan dan beberapa nasihat yang tertoreh dalam pena. Menyadarkan diri dari khilaf. Sikap saya untuk berubah. Bukan karena dipaksa tapi kesadaran diri.
Pernah diary full penuh kemarahan. Sungguh ketika membaca ulang penyesalan menyeruak dalam dada. Menyesakkan! Separah inikah saya dulu? Tak rela ada yang membaca keburukan dalam goresan saya, akhirnya berakhir menjadi sumbangan menyulut api kayu di dapur. He he ... Lenyap ditelan api dan berbekas di hati. Menulis menjadi evaluasi diri saya. Mau jadi lebih baikkah? Atau menetap tak ada perubahan.
Indahnya menulis, saya mampu jadi diri saya sendiri. Apapun tulisan saya, ya inilah saya. Saya ingin jadi diri saya sendiri. Bukan mengekor orang lain.
Semangat menulis!!! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar