Ini semua impian atau mungkin hanya harapan?
namun aku biarkan berjalan sesuai kaidahNya
andai berakhir kenyataan, ucap syukur selalu kupanjatkan
karena hanya mampu berdoa dan berharap
di setiap senja mulai tenggelam
aku begitu menikmati kilau senja bersama debur ombak yang menjilati kakiku
dan setiap malam, selalu kupanjatkan mendapatkan yang tebaik.
###
pagi ini waktu yang tepat untuk menyusuri pantai, kakiku begitu menikmati setiap belaian ombak. entah, kenapa setiap aku datang kesini, ada sesuatu yang menelusup ke dalam hati, tapi aku masih tak mengerti apa itu.
"Aira..... cepat ke sini..." teriak Hasna padaku.
tapi aku tak begitu jelas apa yang dia teriakan padaku. Aku masih sibuk menikmati setiap deburan ombak. Karena aku tak begitu jelas mendengar teriakan yagg berkali-kali, Hasna berlari mendekatiku. Dengan wajah kesal dan lelah dia mendorongku hingga terjatuh menyentuh pasir putih ini.
"aaww..." aku teriak histeris, kemudian tertawa.
"kamu tuh ya, menyebalkan. huft."
"kenapa sih dek, jelek lo, cemberut seperti itu?" ledekku pada Hasna.
"paman tadi mencarimu, bukannya sarapan dulu, malah langsung ke sini tidak bilang-bilang. punya mulut itu di pake buat pamitan kek. huft." Hasna marah dan meninggalkanku. Kukejar dia dan kuseret, kemudian mendorongnya dalam deburan ombak. kita berdua akhirnya bermain hingga matahari menperlihatkan kegagahannya.
###
Melupakan sejenak kisah kita adalah yang tebaik. Biarlah kamu kini hanya bayangan yang tak pernah bisa menjadi kenyataan dalam hidup. Aku lelah berandai-andai pada sesuatu yang tak pasti. Jika saja aku menemukanmu, pastinya aku segera membawamu ke dalam istana yang aku persiapkan sejak awal kita bertemu.
namun aku biarkan berjalan sesuai kaidahNya
andai berakhir kenyataan, ucap syukur selalu kupanjatkan
karena hanya mampu berdoa dan berharap
di setiap senja mulai tenggelam
aku begitu menikmati kilau senja bersama debur ombak yang menjilati kakiku
dan setiap malam, selalu kupanjatkan mendapatkan yang tebaik.
###
pagi ini waktu yang tepat untuk menyusuri pantai, kakiku begitu menikmati setiap belaian ombak. entah, kenapa setiap aku datang kesini, ada sesuatu yang menelusup ke dalam hati, tapi aku masih tak mengerti apa itu.
"Aira..... cepat ke sini..." teriak Hasna padaku.
tapi aku tak begitu jelas apa yang dia teriakan padaku. Aku masih sibuk menikmati setiap deburan ombak. Karena aku tak begitu jelas mendengar teriakan yagg berkali-kali, Hasna berlari mendekatiku. Dengan wajah kesal dan lelah dia mendorongku hingga terjatuh menyentuh pasir putih ini.
"aaww..." aku teriak histeris, kemudian tertawa.
"kamu tuh ya, menyebalkan. huft."
"kenapa sih dek, jelek lo, cemberut seperti itu?" ledekku pada Hasna.
"paman tadi mencarimu, bukannya sarapan dulu, malah langsung ke sini tidak bilang-bilang. punya mulut itu di pake buat pamitan kek. huft." Hasna marah dan meninggalkanku. Kukejar dia dan kuseret, kemudian mendorongnya dalam deburan ombak. kita berdua akhirnya bermain hingga matahari menperlihatkan kegagahannya.
###
Melupakan sejenak kisah kita adalah yang tebaik. Biarlah kamu kini hanya bayangan yang tak pernah bisa menjadi kenyataan dalam hidup. Aku lelah berandai-andai pada sesuatu yang tak pasti. Jika saja aku menemukanmu, pastinya aku segera membawamu ke dalam istana yang aku persiapkan sejak awal kita bertemu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar